Takjil Pesantren di Lirboyo soroti karakter santri dalam bangun bangsa

Kementerian Agama kembali menggelar kegiatan ‘Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri’ yang kali ini digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Sabtu, menyoroti pembentukan karakter santri sebagai fondasi penting bagi masa depan bangsa.

Staf Khusus Menteri Agama Farid F. Saenong mengajak para santri mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa dalam Al Quran yakni ketekunan dalam menuntut ilmu dan kerendahan hati di hadapan Allah.

“Dalam Surat Taha ada rekaman pertanyaan Allah kepada Nabi Musa: ‘Apa yang ada di tangan kananmu wahai Musa?’ Nabi Musa menjawab bahwa itu adalah tongkat. Para ulama menjelaskan percakapan itu menunjukkan nikmatnya berdialog dengan Allah sekaligus menggambarkan kegigihan Nabi Musa dalam menuntut ilmu,” ujar Farid Saenong dalam keterangannya di Jakarta.

Farid menekankan pentingnya kebersamaan antara santri dan para kiai dalam proses pembelajaran. Kedekatan dengan guru, menurutnya, menjadi bagian penting dalam pembentukan kepribadian santri.

“Ketika bersama orang tua dan kiai, meskipun tidak ada bahan untuk dibicarakan tidak masalah, yang penting bisa berkumpul bersama. Jangan ragu untuk membantu dan menjadi asisten kiai,” kata dia.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. Abdullah Kafabihi Mahrus mengatakan perhatian pemerintah terhadap pesantren menjadi hal penting bagi keberlanjutan pendidikan santri.

Menurutnya, pesantren telah terbukti melahirkan generasi yang memiliki ilmu, akhlak, dan ketahanan moral sebagai wujud karakter santri inspiratif.

“Santri merupakan generasi luar biasa yang perlu diperhatikan pemerintah. Di pesantren mereka terjaga dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas,” kata Kiai Kafa.

Kiai Kafa menjelaskan pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi santri dalam kehidupan bermasyarakat.

Santri memiliki kelebihan dalam ilmu dan akhlak. Di pesantren ilmu itu diajarkan sekaligus diamalkan dalam kehidupan pengabdian,” kata dia..

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menambahkan pesantren memiliki peran penting dalam membangun akhlak generasi bangsa.

Ia menilai pembinaan karakter tersebut hanya dapat dilakukan secara optimal melalui sistem pendidikan pesantren yang berlangsung sepanjang waktu.

“Misi suci akhlakul karimah adalah misi kenabian. Jadi, nilai ini ditanamkan secara kuat dalam kehidupan pondok pesantren,” ucap Suyitno.

Suyitno menerangkan sistem pendidikan pesantren memungkinkan pembinaan karakter berlangsung secara menyeluruh. Interaksi antara kiai, santri, asrama, dan masjid menciptakan lingkungan pendidikan yang berlangsung selama 24 jam.

“Pesantren merupakan pendidikan yang genuine di Indonesia. Pembinaan akhlak dan spiritual di pesantren berlangsung sepanjang waktu dan menjadi modal sosial intelektual bagi masa depan,” katanya.

Related Posts

Jelang Lebaran, 97.122 guru binaan Kemenag lulus sertifikasi

Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan sebanyak 97.122 guru binaan dinyatakan lulus sertifikasi guru, yang merupakan peserta sertifikasi angkatan ke-4 yang prosesnya berlangsung sejak 2025. “Ini menjadi kabar baik menjelang Lebaran yang…

Komisi VIII DPR: Pencairan TPG bukti pemerintah sejahterakan guru

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri mengatakan bahwa pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru madrasah sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Takjil Pesantren di Lirboyo soroti karakter santri dalam bangun bangsa

Takjil Pesantren di Lirboyo soroti karakter santri dalam bangun bangsa

Jelang Lebaran, 97.122 guru binaan Kemenag lulus sertifikasi

Jelang Lebaran, 97.122 guru binaan Kemenag lulus sertifikasi

Komisi VIII DPR: Pencairan TPG bukti pemerintah sejahterakan guru

Komisi VIII DPR: Pencairan TPG bukti pemerintah sejahterakan guru

Hadits tentang Kejujuran yang Menginspirasi

Hadits tentang Kejujuran yang Menginspirasi

Islam Memandang Cinta dan Kasih Sayang

Islam Memandang Cinta dan Kasih Sayang

Riba dan Dampaknya dalam Kehidupan Ekonomi

Riba dan Dampaknya dalam Kehidupan Ekonomi